Senin, 03 Januari 2011

Bulan Muharram Yang Dimuliakan Allah

Assalamu’alaikumwr.wb



Pujisyukur kepada Allah SWT- alhamdulillahi wa sykurulillahi alfamarrot- karena telah diberikan kesempatan untuk berjumpa bulan Muharram (bulan yang mulia) dengan sehat ‘afiat, permohonan kita kepada Allah, semoga Allah Ta’ala memberikan ampunan atas dosa-dosa kita yang sudah lewat dan menerima amal-amal baik kita, dan melebur atas kesalahan-kesalahan kita dan semoga amal-amal buruk kita digantikan dengan amal-amal kebaikan. Allahumma aamiin.

Wahai saudaraku muslimin yang dirahmati Allah, bulan Muharram bulan yang mulia, karena didalam bulan Muharram terdapat hari yang mulia, yakni hari ‘asyura, hari kesepuluh dari bulan Muharram, bagi ummat Islam disunnahkan mengerjakan amal-amal kebaikan seperti yang sudah diterangkan di kitab (BughyatulMustarsyidin)halaman 114 demikian :

“ Faidah nadloma ba’dzuhum maayuthlabu yauma ‘Aasyura ,“, yang artiya kurang lebih demikian para ulama sudah membuat nadlom tentang amal-amal yang sebaiknya dilaksanakan pada hari ‘Asyura.Maka disebutkan :

Di hari ‘Asyura disunnahkan mengamalkan empat belas perkara :

1. Memakai celak pada mata, baik laki-laki maupun perempuan dengan bagus, faedahnya dijauhkan dari penyakit mata/ bintitan (bahasa jawanya beleen)
2. Melaksanakan puasa sunnah, faedahnya yakni melebur dosa setahun yang sudah terlewat, dan seperti menjalankan puasa selama satu tahun, juga diberikan pahala sepuluh ribu malaikat dan sepuluh ribu pahalanya orang haji, orang umroh dan sepuluh ribu orang mati syahid.

Ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW, mengenai puasa hari ‘Asyura, Rasulullah menjawab: “ Barangsiapa yang berpuasa hari ‘Asyura, maka bagaikan beribadah selama satu tahun.” Terdapat pada kitab( TanbihulGhofilin )

Dari Ibnu ‘abbas berkata :Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa puasa ‘Asyura dari bulan Muharram, mendapat pahala sepuluh ribu malaikat, dan barang siapa berpuasa di hari ‘Asyura dari bulan Muharram diberikan ganjaran sepuluh ribu orang haji mu’tamirin dan sepuluh ribu orang yang mati syahid. TanbihulGhofilin

3. Melaksanakan sholat sunnah faedahnya besar sekali, terdapat pada kitab I’anatuth Tholibin juz dua halaman 267 ada hadits demikian :

Barang siapa sholat (didalam sepuluh ‘Asyura) empat rakaat didalam setiap rakaat membaca Alfatihah sekali dan Al ikhlas limapuluh satu kali maka Allah mengampuni atas dosa-dosanya selama lima puluh tahun (dosa-dosakecil).I’anatuthTholibin.

4. Melaksanakan mandi dan berniat menjalankan sunnah. Disebutkan dalam hadits :

Barang siapa mandi sunnah dan berwudlu pada hari ‘Asyura maka tidak akan sakit orang tersebut dalam tahun-tahunnya, kecuali mengalami sakit mati.

5. Berkunjung (sowan) kepada orang ‘alim- NabiMuhammmad SAW bersabda :

Barangsiapa yang berziarah (bersilaturrahim) orang ‘alim maka sama saja berziarah kepada-Ku (Muhammad), dan barang siapa yang berziarah kepada-Ku maka orang tersebut tetap mendapat syafaat-Ku, dan kepadanya atas setiap langkah mendapatkan pahala orang yang mati syahid.

6. Memohon kepada Allah apa yang menjadi khajadnya (Kebutuhannnya) lebih-lebih setelah maghrib pada malam hari ‘Asyura membaca Khasbunallah wani’mal wakil ni’malmaula wa ni’man nashir tujuh puluh kali, kemudian membaca do’a ‘Asyura tujuh kali. Yang besar faedahnya.


7. Besuk orang sakit. Ada dawuh hadits demikian :

Barang siapa yang membesuk orang sakit dibulan ‘Asyura maka seperti membesuk semua orang sakitnya anak Adam.I’anatuhTholibin

8. Barang siapa yang memberikan makanan-makan yang enak (bahasa jawanya mayoran) keluarganya, sanak family, teman bagi yang diperantauan seperti saya misalnya (di Pondok) didalam hari ‘Asyuramaka Allah Ta’ala memberikan kejembaran rizki orang tersebut dalam semua tahun.

9. Bersedekah terlebih memberikan buka untuk orang yang berpuasa dihari ‘Asyura. Ada hadits yang berbunyi demikian :

Barang siapa yang bersedekah dihari ‘Asyura maka seperti bersedekah selama satu tahun dan seperti tidak pernah menolak orang yang meminta-minta. Dalam masa yang suadah lewat. Dan barang siapa memulyakan orang faqir maka Allah akan memulyakan orang tersebut dalam kuburnya. Dan ada lagi dawuh hadits demikian :

Barang siapa memberikan buka puasa orang mukmin yang puasa pada malam hari ‘Asyura, maka seperti member buka puasa semua ummat Nabi Muhammad SAW, dan memberi kenyang perut-perut seluruh ummat Muhammad.

10. Membaca surat Al Ikhlas sebanyak seribu kali

11. Mengusap kepalanya anak-anak yatim, disebutkan pada hadits demikian :

Barangsiapa mengelus-elus (mengusap) kepala anak yatim dihari ‘Asyura, dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim dengan member sedekah atau member sandang pangan maka sepertihalnya orang tersebut berbuat kebaikan kepada setiap anak yatim bani Adam.Terdapat dikitab Tanbihul Ghofilin dan I’anatuth Tholibin.

12. Membaca ayat Kursi sebanyak tiga ratus enam puluh kali.

13. Menghidupkan malam dalam artian qiyamullail untuk ibadah. Ada dawuh hadits yang berbunyi demikian :

Barang siapa yang menjalankan qiyamullail di malam ‘Asyura dengan melaksanakan ibadah kepada Allah maka seperti beribadah kepada Allah menyamai ibadahnya malaikat yang berada di langit tujuh. Maka dari itu laksanakanlah jama’ah sholat ‘isyak dan jama’ah sholat subuh pada malam ‘Asyura.

14. Mengiring mayit Muslim sampai kepemakaman.

Terdapat pada kitab I’anatuth Tholibin ada tambahan demikian: Disunahkan memotong kuku pada hari ‘Asyura.


Demikianlah keterangan amal-amal baik yang sebaiknya diamalkan pada hari ‘Asyura permintaan kita kepada Allah Ta’ala semoga Allah Ta’ala memberikan pertolongan kepada kita semua untuk menjalankan amal-amal sholih, dan menjaga kita dari larangan-larangan Allah, dan diberikan yang halal banyak dan membawa berkah kepada kita, dan mengabulkan khajat-khajat kita serta memberikan kesehatan dan khusnul khotimah Aamiin X3 YaRobbal ‘Alamiin


Semoga bermanfaat kepada kita semua, dan segala sesuatu yang benar datangnya dari Allah Ta’ala, dan kekurangan dari saya pribadi adanya, meskipun sudah dipenghujung bulan Muharram baru dapat saya sampaikan. Astaghfirullaha min qoulin bila ‘amalin. Ihdinash shiratal mustaqim.



Assalamu’alaikumwr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar