Sabtu, 07 Juli 2012

Bahaya Narkoba


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَبَعْدُ
Assalamu’alaikum wr.wb

Sedikit Tentang Bahaya Narkoba
Perkenankanlah saya menyampaikan sedikit tentang betapa bahyanya NARKOBA/ NAPZA bagi generasi muda penerus bangsa.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba"' istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotikaa, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza"' mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tetentu. Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan ( Undang - Undang No. 22 tahun 1997).

Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir. Upaya pemberantasan narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindakan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba. Dengan memberikan pendidikan agama yang kuat maupun pendidikan umum.

Mau tahu nggak, Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia?....
Saya beri tahu yaa!!!
Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:

1. Depresan
Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
2. Halusinogen
Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
3. Stimulan
Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian.
4. Adiktif
Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).

Berbahaya sekali bukan jika sampai demikian, jadi kita musti menjaga diri dari yang mananya NARKOBA/ NAPZA, agar tidak menyesal di dunia apalagi di akhirat nantinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
" Mereka bertanya kepadamu tentang khamr (minuman keras) dan judi, katakanlah : didalam keduanya terdapat dosa yang besar dan memiliki manfaat dan dosa (yang diakibatkan) keduanya lebih besar daripada manfaatnya " [Al-Baqarah:219]

Dari ayat diatas berkaitan pula secara logika, bahwasanya Allah melarang bagi hambanya meminum atau memakan sesuatu yang haram, selain menimbulkan kerusahan bagi organ tubuh juga akan membuat orang hilang kesadaran. Untuk apa sih memakai narkoba, biar sisa jeb-ajeb-ajeb begitu?, atau dug-jedug-jedug ...jedug-jedug?. Natap sirahe (kepalanya) baarrrr/ tamat, moncrot.

Qoul Nabi
Tidak boleh membelanjakan uang yang kita miliki untuk membeli barang haram, karena harta kita akan dimintai pertanggungjawaban.

" لا تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس : عن عمره فيما أفناه و عن شبابه فيما أبلاه و ماله من أين اكتسبه و فيما أنفقه و ماذا عمل فيما علم "

" tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabbnya hingga ditanya tentang 4 perkara : 1. tentang umurnya dalam perkara apa dia habiskan 2. tentang masa mudanya dalam hal apa digunakan .3. tentang hartanya darimana dia dapati dan kemana saja dia belanjakan dan 4 tentang ilmunya apakah diamalkan " [HR. At-Tirmidzi dari 'Abdullah bin Mas'ud]

Atau biar bisa terbang melayang langsung sak nyawane pisan, astaghfirullah, na’udzu billah tsumma na’udzu billahi min dzalik. Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari hal demikian. Aamiin Ya Robbal ‘alamin.
Dan kiranya saya cukupkan sampai disini perjumpaan kita, mungkin di lain waktu dapat berjumpa lagi insya allah...., kalau tidak bisa undang saya di rumah anda saja he he he. Mohon maaf atas segala kekhilafan yang mungkin kurang berkenan di hati anda sekalian. Semoga rahmat dan pertolongan Allah selalu meliputi kita. Ihdinash shiratal mustaqim, ilalliqo’ ma’as salamah

Wassalamu’alaikum wr.wb

Minggu, 01 Juli 2012

Hukum Tato Dalam Syari'at


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَبَعْدُ

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bertato kini sedang marak dan ngetrend baik dikalangan artis maupun para penyuka seni atau yang ingin dibilang gaul, macho, keren, dan tampak lebih feminin bagi cewek katanyaaa......
Padahal dulu tato identiknya dengan preman, penjahat, dan geng besar lah, tapi kini tato menjadi salah satu produk “kecantikan” bagi para wanita yang mengikuti trend.
Sedikit Sejarah Tentang Tato

Tato berasal dari bahasa Tahiti “tatu” yang berarti tanda. Para ahli mengambil kesimpulan bahwa tato sudah ada sejak tahun 12.000 SM (Sebelum Masehi). Bangsa-bangsa peradaban kuno seperti Romawi dan Yunani telah mempergunakan tato sebagai tanda bagi suku meraka. Bangsa romawi memakai tato untuk menandai golongan budak dan para tahanan. Lain halnya dengan bangsa Yunani, mereka memakai tato sebagai tanda pengenal khusus bagi anggota mata-mata perang mereka saat itu. Suku-suku kuno lainnya pun seperti Suku Inca, Maori, Polynesians dll juga sudah memakai tato pada zamannya. Di Indonesia sendiri, diperkirakan bahwa seni tato ini berasal dari kepulauan Mentawai dan suku dayak di Kalimantan. Bahkan konon jika seseorang berhasil memenggal kepala musuhnya sampai lepas, dia berhak ditato tangannya. Jadi yang bersangkutan membunuh terlebihdahulu baru dapat hadiah tato! 

Pandangan Islam sendiri berkenaan tentang tato, dengan tendensi sesungguhnya tato adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dengan kata lain dapat juga dihukumi haram. Berikut adalah firman Allah dan sabda Rasulullah: 

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ اْلأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُوْنِ اللهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِيْنًا

“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (An-Nisa`: 119)
Dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَعَنَ اللهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Allah Subhanahu wa dan meminta ditatokan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5933 dan dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma no. 5937).

Fungsi Ayat dan Hadits

Fungsi dari ayat dan hadits di atas adalah sebagai pengingat dan dalil bagi kita ummat Islam, bahwasanya T-A-T-O merupakan hal yang dilarang oleh Allah Subhanah wa Ta’ala bukan hanya untuk perempuan saja, tetapi juga bagi laki-laki, baik yang membuat tato maupun yang ditato. Dan begitu halnya dengan menyambung rambut juga tidak diperbolehkan. Karena kedua hal di atas juga merupakan dosa besar yang apabila dilakukan/ dikerjakan.

Mungkin kiranya sekian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekhilafan. Karena kekhilafan itu adalah milik manusia dan Allah lah yang maha benar. 'ihdinash shiratal mstaqim ilalliqo' ma'as salamah.

Wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Rabu, 13 Juni 2012

Cinta Di Mata Islam & Menikah Tanpa Cinta


Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh



Cinta bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian cinta tergantung dari pelakunya. Ada bingkai yang suci nan halal dalam cinta dan ada bingkai yang kotor lagi dibenci Allah. Cinta mengandung segala makna akan kasih sayang, lambang perasaan antara dua insan, yang syarat dengan rindu, curiga dan cemburu. Akan tetapi dengan rindu yang berilmu, curiga yang beralasan, dan cemburu bukan dengan kebutaan................^_^

Yang kita ketahui saat ini tentang anak muda yang sedang jatuh cinta, cenderung sekali kepada kemaksiatan bahkan hingga sampai pada perzinaan na’udzubillahi min dzalik, semoga kita dihindarkan oleh Allah dari cinta yang menjerumuskan. Hal demikian mungkin dikarenakan kurang adanya pengetahuan yang dapat menguatkan iman dan membatasi diri agar tidak melanggar syariat meskipun saling mencintai.
Cintanya laki-laki terhadap wanita dan cinta wanita kepada laki-laki merupakan perasaan manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala dalam jiwa manusia, yakni merupakan kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan dalam pikiran serta fisiknya. Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)

Cinta Merupakan Fitrah

Cinta yang sejati bukan hanya sebuah ketertarikan secara fisik. Fisik adalah awal bagi seseorang dalam memilih untuk cintanya.Dan fitrah manusia dalam menyukai keindahan apapun itu. Akan tetapi disamping keindahan bentuk dan rupa, haruslah pula disertai keindahan dengan akhlak yang baik.
Islam adalah agama fitrah oleh karenanya islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidak pernah mengingkari tentang perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang insan. Akan tetapi islam mengajarkan ummatnya untuk dapat menjaga cinta, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang dapat mengotori sehingga melunturkan akan kesucian cinta.

Menikah Tanpa Cinta

Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi dengan cinta. Mereka yang berpendapat bahwa cinta itu akan terbentuk setelah pernikahan itu terwujud. Islam memasukkan kecantikan atau ketampanan dalam salah satu dari empat kriteria untuk memilih pendamping hidup.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang anak gadisnya tanpa persetujuan dari anak tersebut atau menghalang-halanginya untuk memilih lelaki yang disukainya seperti yang termaktub dalam Al Qur'an dan Al Hadist;
Firman Allah Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya," (QS. Al Baqarah: 232)

"Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud)
Karena yang menjalani sebuah pernikahan adalah kedua pasangan itu bukanlah wali mereka.
Selain itu seorang yang hendak menikah hendaknya melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat dalam hadist: "Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang, meskipun wanita itu tidak melihatnya" (HR. Imam Ahmad)

Memang benar dalam beberapa kasus, pasangan yang menikah tanpa didasari cinta pada awal pernikahan bisa mempertahankan pernikahannya. Tapi akankah hal tersebut selalu terjadi, bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka dalam sebuah pernikahan,dimana kedua pasangan saling membenci dan saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam islam diharapkan dapat mengayomi pasangan itu untuk menjalani kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang, saling nenutupi, dan saling melengkapi dengan ikatan dalam sebuah perjanjian suci yang diberikan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala yang berupa ijab dan qobul. Karena itulah cinta dan kasih sayang ini sudah sepantasnya mendapatkan perhatian sebelum kedua pasangan memutuskan untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang bernama pernikahan. Karena hal tersebut merupakan salah satu kunci kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika dalam mahligai rumah tangga nantinya.

Waduh kayak sudah pernah menikah saja saya jadinya, memang belum akan tetapi itu semua adalah kunci awal dalam menjalin ikatan suci dengan nama cinta, agar tidak menodai cinta yang suci dengan gaya percintaan yang dilarang oleh agama Islam. Saya mau undur diri, dan saya ucapkan permohonan maaf
sebelumnya, jikalau ada tutur kata dalam penulisan dan ketikan saya yang salah. Salah dan lupa dari hamba pribadi, benar dan baiknya adalah dari Allah subhanahu wa Ta’ala. ‘ihdinash shiratal mustaqim.


Wassalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Rabu, 06 Juni 2012

Keutamaan Dari Sujud Tilawah


Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Kali ini kita mengangkat tema tentang sujud tilawah, mungkin teman-teman sudah banyak yang sudah tahu, tapi suatu ilmu yang sudah diketahui akan tambah-dan bertambah lagi pemahamannya saat diulangi, jadi jangan pernah merasa bosan dengan yang namanya mencari ilmu atau menghadiri majlis ilmu.......^_^

Apa Keutamaan Sujud Tilawah ?

Keutamaan sujud tilawah termaktub dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda: “Jika Adam membaca ayat sajadah, maka setan menjauh seraya menangis dan berkata, “celaka aku (setan). Anak Adam diperintahkan untuk sujud, maka ia bersujud sehingga akan mendapatkan surga. Sementara aku (setan ) diperintahkan sujud akan tetapi aku menolak, maka bagiku neraka.” (Riwayat Muslim dan Ibnu Majah)

Sesuai dengan namanya, sujud ini berkaitan erat dengan tilawah (membaca) ayat-ayat Al Qur an. ” Sebuah sujud yang disyariatkan Allah swt dan Rasul-Nya sebagai bentuk ubudiyah kepada Allah dikala membaca ayat-ayat suci Al Qur an dan menyimaknya, untuk mendekatkan diri kepada-Nya, menampakkan ketundukan di hadapan keagungan-Nya dan kehinaan di hadapan-Nya.” Jelas Syaikh Shaleh al-Fauzan RA dalam al-mulakhkhash al-Fiqhi (1/180). Ayat-ayat yang dimaksud sering kali disebut ayat sajdah (sujud) dan berjumlah 14 ayat dalam Al Qur an.

Memang benar sujud tilawah hukumnya sunnah sehingga bila tidak dikerjakan tidak berdosa, tapi dengan melihat keutamaan besar yang dijanjikan dalam hadits, tentunya tidak boleh dilewatkan saja oleh setiap Muslim. Dikatakan oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullah terbagi menjadi dua. Pertama, berisi akhbaar (berita) dari Allah Ta’ala tentang sujudnya seluruh makhluq kepada-Nya baik secara umum atau khusus yang dilakukan oleh kaum Mukminin yang bersujud karena takut kepada Allah Ta’ala. Maka disunnahkan bagi pembaca atau yang menyimak untuk menyerupai mereka itu ketika membaca ayat sajdah atau menyimaknya.

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalahorang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertsabih serta memuji Rabbnya sedang merka tidakmenyombongkan diri.” (As- sajdah: 15)
Kedua, ayat-ayat yang memang berisi perintah (awaamir) untuk bersujud kepada AllahTa’ala, semisal ayat terakhir pada surat Al-‘Alaq yang pastinya ikhwani semua sudah hafal. Kalau belum hafal , dihafalin ya!. Fokus lagi ya!, perhatikan ayat berikut, “Sekali-kali jangan. Janganlah kamu patuh kepadanya dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabbmu).” (Al-‘Alaq : 19)
Saat ini ayat-ayat sajdah sudah diberi tanda pada akhir ayatnya, dengan tanda atau tulisan sajdah.

Tata Cara Pelaksanaan Sujud Tilawah
Dalam melaksanakan sujud tilawah tidak ada syarat-syarat seperti shalat pada umumnya, seperti bersuci dan menghadap kiblat, karena sujud tilawah bukan sholat. Diriwayatkan Imam Bukhari secara muallaq, bahwa Ibnu Umar melakukan sujud tilawah tanpa wudlu (tidak bersuci), namun apabila dikerjakan dengan bersuci (memiliki wudlu) dan menghadap kiblat itu akan lebih utama.

Sujud tilawah dilakukan dalam shalat fardhu maupun sunnah (menjadi imam atau ketika sholat munfarid) juga pada saat diluar shalat, ketika kamu bertadarus, membaca ayat-ayat Al Qur an diwaktu luang dan kebetulan kamu membaca ayat sajdah, maka dianjurkan melakukan sujud tilawah.

Adapun bacaan dari sujud tilawah bisa dengan membaca bacaan seperti saat sujud ketika sholat subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi, atau bacaan-bacaan lain yang juga berasal dari Nabi Muhammad saw, atau dengan bacaan-bacaan berikut:
Sajada wajhiya lilladzii kholaqahu wa showwarahu wa syaqqa sam’ahu wa bashorahu bihaulihi wa quwwatihi. Atau dengan bacaan yang berikut ini,
Allahumma ahthuth ‘annii biha wizran waktublii biha ajran waj’alhaa ‘indaka dzukhran.
Bagaimana ........ sudah paham kan......^_^

Budaya di Masyarakat
Sujud tilawah yang memiliki keutamaan sehingga tidak boleh dianggap remeh ini semestinya menjadi penggugah kita semua untuk bersemangat melaksanakan sunnah bersujud saat membaca ayat sajdah, dan sunnah-sunnah yang lain sesuai yang telah diajarkan oleh Baginda Nabi. Disayangkan kalau sampai lupa melaksanakannya, apalagi sampai-sampai tidak pernah membaca al-Qur an...... waduh nggak siip tuh, rugiiiiiii orang islam membaca kitab sucinya sendiri nunggu kalau Ramadlon. Apalagi yang tidak pernah, rugi banget tuh orang, bagaimana mau sujud tilawah, baca Qur an nunggu Ramadlan iya kalau kebagian baca atau menyimak, tadarusan saja tidak setiap hari berangkat. He he he.................payah-payah.
Dan praktek yang terjadi di masyarakat kebanyakan, saat membaca atau yang menyimak hanya membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir sebanyak tiga kali kemudian diakhiri dengan hauqolah. Mungkin di daerahmu atau kotamu juga terjadi, bisa dicoba untuk berdakwah lho untuk mengingatkan agar tidak cuma membaca seperti ini: subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallahu Allahu Akbar 3X, dan diakhiri dengan bacaan laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.
Perlu diketahui bahwasanya Allah memberi banyak jalan dan pintu kebaikan. Sehingga semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin banyak pintu kebaikan yang diketahuinya dan diamalkannya dengan ikhlas. Cukuplah kiranya saya berbagi pengetahuan dengan anda sekalian, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan dan pemahaman dari saya, karena kebenaran yang hakiki hanya milik Allah semata. Ihdinash shiratal mustaqiim, astaghfirullaha min qoulin bila ‘amalin.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Sabtu, 26 Mei 2012

Himbauan KH.Hasyim Asy'ari

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Sebagai seorang Muslim, saya merasa terenyuh dan terharu atas mulianya kita yang senantiasa bersikukuh dengan Ahlussunnah wal Jamaah, sehingga banyak cara dan gaya yang dilakukan oleh oknum atau golongan (kelompok) untuk melunturkan dan memecah belah Ummat Islam Ahlussunnah wal Jamaah, berkaitan dengan hal tersebut, saya ingin menyampaikan kembali/ mengingat bersama atas himbauan yang telah disampaikan oleh Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari.
Bahwa dengan merujuk kepada kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah (Penerbit Maktabah At-Turast al-Islamiy; PP. Tebuireng Jombang.1417 H.) karya Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari sebagai Rois Akbar Nahdltul Ulama, bahwa Umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah harus selalu waspada terhadap upaya pelunturan dan perusakan akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Upaya perusakan ini dilakukan oleh kelompok Syi'ah Ar Rofidhoh yang mengaku pecinta Ahlul Bait tetapi hakikatnya mereka adalah penebar fitnah dan pencaci para Sahabat Nabi rodhiyallahu 'anhum.
Dalam kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah Pasal Penjelasan tentang Pedoman/Prinsip Penduduk Jawa (Indonesia)dalam bermadzhab Ahlussunnah wal Jamaah; serta Penjelasan tentang Macam-macam Ahlil Bid'ah yang Ada di Zaman Sekarang, Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari menyatakan:
"Diantara mereka (ahli bid'ah) adalah kelompok Syi'ah Ar Rofidhoh. Mereka selalu mencaci Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar rodhiyallohu 'anhum. Mereka juga berlebih-lebihan dalam mencintai Sayyidina Ali dan Ahlul Baitnya Ridhwanullahi 'alaihim ajma'in."
Dalam kitab tersebut, hadhratu Syaikh KH. Hasyim asy'ari mengutip Hadits Nabi. Rasulullah Nabi Muhammad SAW bersabda," Janganlah kalian mencaci para Sahabatku. Barangsiapa yang mencaci mereka,maka dia akan mendapat laknat Allah, laknat para malaikat, dan laknat seluruh umat manusia."
Rasulullah Nabi Muhammad SAW juga bersabda, " Janganlah kalian mencaci para Sahabatku. Karena sesungguhnya kelak di akhir zaman akn datang suatu kaum (kelompok) yang selalu mencaci para Sahabatku. Maka janganlah kalian mensholati (jenazah) mereka. Janganlah kalian sholat (berjamaah) bersama mereka. Janganlah kalian menikah dengan (pria/wanita) mereka. Janganlah kalian duduk-duduk (interaksi) dengan mereka. Jika mereka sakit, maka janganlah kalian menjenguk mereka."
Sampai sedemikian rasulullah bersabda, padahal terhdap orang kafir sekalipun, yang setiap harinya melempari beliau dengan batu/ kotoran unta, beliau bersedia menjenguk dan mendo'akan terhadapnya ketika jatuh sakit. Tetapi kepada golongan (kelompok) diatas betapa beliau Baginda Nabi Muhammad SAW melaknat sedemikian rupa, na'udzu billahi min dzalik.
Berpijak pada hadits Nabi dan pesan Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari tersebut, maka dihimbau kepada seluruh umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah agar selalu waspada terhadap segala bentuk propaganda yang mereka lakukan. Secara tegas kita MENOLAK segala bentuk kegiatan mereka, seperti Perayaan MILAD FATHIMAH, Perayaan ARBAIN, dan sebagainya.
Mungkin hanya sekian yang dapat saya sampaikan, kekurangan adalah dari hamba semata dan kebenaran milik Allah yang hakiki. Astaghfirullaha min qoulin bila 'amalin, ihdinash shiratal mustaqim.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Senin, 30 April 2012

Bid’ah lagi, bid’ah lagi

Assalamu'alaikum wr.wb

Wahai saudara-saudaraku yang dirahmati Allah
Kali ini saya mengangkat topik yang sudah sering dibahas, mungkin dikatakan sudah basi, tetapi ini cukup

Dilingkungan mana dulu, di pandang dari mana, bid’ah itu ?
Kalau dilihat dari segi ibadah,
yakni ibadah mahdloh
dan ibadah mu’amalah

Pengertian :
Ibadah mahdloh ialah penghambaan murni yang hanya merupakan hubungan antara hamba yang langsung dengan Allah SWT.Yang mana kalau dalam lingkungan bid’ah, berarti juga segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.
Sedangkan Ibadah mu’amalah ialah segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah untuk dikerjakan.

Yang sering juga disebut orang mengenai bid’ah ialah segala sesuatu yang berbeda/ tidak dikerjakan oleh Rasulullah. Nah!, padahal kita tahu sendiri kalau tidak ada motor, mobil, pesawat, bahkan listrik sekalipun. Apa bisa kita tidak menggunakan kesemuanya itu?, padahal Allah memang telah membuat kemudahan untuk kita beribadah dijalannya, dengan kecerdasan dan kecanggihan alat dijaman sekarang, yang mana tidak ada pada jaman Rasulullah. Bahkan dari hal terkecil yang dilakukan oleh Rasulullah yakni makan, minum, atau cara beliau khajat (buang air) tidak ada yang bisa menirukan atau melakukannya, apalagi yang tahu bagaimana pastinya.
Dari yang telah dituliskan diatas, kita harusnya tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak tertentu, apalagi kita sendiri sampai-sampai mudah untuk mengatakan kepada orang lain bahwa yang dilakukannya itu bid’ah. Karena rujukan utama kita dalam melakukan berbagai aktivitas ibadah kepada Allah SWT, tentunya beliau Baginda Nabi, yakni Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah dalam Al Qur an, sebagai berikut :

“Fain aamanuu bimitsli maa aamantum bihi faqadihtadau”
Artinya: maka jiak mereka beriman sebagaimana kamu beriman, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. (Qs. Al Baqarah: 137)

Tidak Perlu Membuat Cara Dan Inovasi Dalam Soal Ibadah
Dengan kata lain mudahnya, kita tirukan saja apa yang telah dicontohkan Rasulullah, kita lakukan saja apa yang diperintahkan Rasulullah!
Kalau seseorang hendak melakukan shalat, ya sebagaimana Rasulullah shalat. Kalau seseorang hendak melaksanakan haji, ia harusnya berhaji sebagaimana yang Rasulullah melaksanakan manasik hajinya.
Kalau seseorang berdakwah atau mau berjihad, ia harus berdakwah dan berjihad sebagaimana yang telah dikerjakan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dengan cara, aturan dan melihat sikontole (Situasi, Kondisi, dan Toleransi), sesuai denagn penempatan waktu yang telah beliau lakukan.“ Semata-mata dengan niatan tulus “, tidak akan menyelamatkan seseorang.
Karena segala yang diajarkan Rasulullah tentang Islam dan segala ajarannya yang kompleks, telah sempurna. Tidak perlu lagi kita menciptakan cara-cara dan inovasi dalam soal ibadah. Maka dari itu jangan mudah bagi kita terpancing dan terpengaruh dengan orang-orang yang berinovatif tentang cara ibadah, atau aliran-aliran baru yang kian hari bermunculan.

“Wa anzalnaa ilaika addzikra litubayyina linnaasi maa nuzzila ilaihim wa la’allahum yatafakkaruuna”
Artinya: Dan kami turunkan kepadamu Al Qur an agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah duturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.(Qs. An Nahl:44)

Minggu, 29 April 2012

Secuil Kisah Dari Saya

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Di pagi yang cerah dan aktifitas seperti biasa, setelah kegiatan saya membantu di dapur, yang kebetulan pada hari itu tidak ada jam di MTs. Kita membuat menu beda dengan yang disiapkan untuk para santri untuk sarapan, yaa lebih enak sedikitlah sambal terong campur tempe cemet eh penyet kok cemet, setelah sarapan saya meminjam notebook teman yang masih duduk dibangku SMK. Saat itu saya sedang ingin mengedit gambar, akan tetapi belum sampai 10 menit, ada teman pengurus datang ke kamar sembari berkata, “ piye bos,” katanya. Saya pun menjawab,” alhamdulillah.” Kemudian dia duduk disebelah saya yang sedang tengkurep di depan notebook, kemudian memegang pundak saya sembari berkata,” sampean seng sabar yo, anu...bape’e sampean,”, saya memotong pembicaraan,” he’em,”,lalu dia melanjutkan lagi,” anu, abahe sampean ninggal,” katanya dengan pelan. “ innaa lillahi wa inna ilaihi roju’uun,” sepontan saya menjawab dengan nada biasa seperti orang yang tidak kaget, padahal dalam batin saya tersentak. Teman saya yang memberi tahu saya kebetulan memiliki adik di pondok putri, dan kabar tersebut dari pondok putri bukan datang langsung dari pondok putra, itupun yang menelpon ‘ammah (tante) saya untuk memberi tahukan/ mengabari Ibu Nyai dan Abah Kyai, bukan untuk langsung mengabari saya.
Namun saya juga memaklumi hal itu, karena mungkin dirumah sedang repot dan sedang dalam keadaan bingung, dan juga bapak saya memang pernah berpesan kepada yang dirumah,” gak usah dikabari, kabari ga’ popo nek aku wes mati,” pesan bapak. Setelah mendapat kabar dari teman saya, kemudian saya menelpon ke no kakak perempuan saya untuk memastikan dan menanyakan abah kapan meninggalnya, ternyata memang benar, dan kakak saya langsung menyuruh saya agar lekas pulang,” ndang balik wes sampean sak iki,” kata kakak saya. Setelah telepon saya tutup saya pun langsung menuju Ndalem (kediaman Abah kyai) untuk meminta izin dan berpamitan, tetapi Abah dan Ibu Nyai tidak ada, namun selang beberapa saat saya menunggu dan menanyakan pada mbak-mbak yang di Ndalem terdengar suara mobil dan yang melintas mobil sedan milik Abah kyai saya pun langsung menunggu di depan pintu masuk Ndalem, ternyata yang turun hanya Ibu Nyai saja dan sedan pun menuju ke pondok putera, setelah ibu sudah sampai di dekat saya saya pun berkata,” pangapunten buk,”, dan Ibu Nyai menjawab,” nggih wonten nopo le,” kata beliau sembari duduk. Kemudian saya melanjutkan perkataan saya,” pangapunten bade nyuwun isti’dzan (izin),” Ibu Nya menjawab,” lho ajeng teng pundi sampean,” sambil menatap saya dengan tanya. Saya menarik nafas dan menyambung pertanyaan beliau,” bade wangsul, abahe kulo sampun boten wonten” jawab saya, Ibu nyai nenegaskan apa yang saya ucapkan,” piye le-piye,” kata beliau. Saya pun menjelaskan,” bapa’e kulo sampun ninggal,” dengan menatap Ibu Nyai dan kemudian saya menundukkan kepala. Setelah itu saya undur diri dengan berkat,” gih sampun buk, pangapunten kulo tak matur teng Abah, kaleh nyuwun idzin, assalamu’alaikum,” kata saya, dan Ibu Nyai menjawab,” gih,gih, wa’alaikumussalam, abahe teng bangunan menawi le,” tutur beliau. Setelah berpamitan dengan Ibu Nyai saya pun bergegas menuju proyek bangunan baru di pondok putera. Saya segera menghampiri Abah Kyai, dan setelah sampai agak dekat saya berkata,” assalamu’alaikum,” Abah pun menjawab,” wa’alaikumussalam, ono opo le” abah membuka pembicaraan, saya menjawab,”pangapunten bah, bade nyuwun isti’dzan, bade wangsul abahe kulo ninggal,” dengan tertunduk. “innaa lillahi wa inna ilaihi roji’uun,” dan Abah Kyai terdengar menarik nafas dan kembali berkata,” sampean seng sabar, onone abahe sampean barengi trus sak niki boten wonten, pengeran (Allah) tetep barengi,” tutur beliau. Saat itu air mata saya menetes dan saya menangis, akan tetapi karena saya masih sempat teringat akan peristiwa dimana saat Baginda Nabi wafat, shohabat Abu Bakar lah yang paling tidak percaya akan wafatnya Nabi, namun beliau menahan tangis dan mengingatkan kepada para shohabat yang lain agar tidak menangisi akan kepergian Nabi. Kemudian saya pamit dan berlari menuju kamar untuk berkemas, setelah selesai berkemas saya berpamitan dengan beberapa teman-teman kemudian berlari menghampiri Abah Kyai lagi.
Didekat Abah Kyai sudah ada Ibu Nyai yang berdiri di belakang dekat mobil, ketika saya sudah sampai di dekat beliau,” wes due sangu durung le,”tanya beliau.” Sampun, sampun gadah, taseh wonten bah,” jawab saya. Tetapi beliau tetap memberi saya uang, kemudian menatap saya dan melihat ke arah bawah,” sendale kok ape pedot, ganti iki,” sambil megeluarkan sandal japit dari dalam bagasi mobil, setelah itu Ibu Nyai berpesan kepada saya,” mengko neng dalan sampean jogo wudhune, trus dingajekne abahe sampean nggih,” saya menjawab,” inggih,” bareng dengan anggukan, dan Abah bertutur kembali,” nek sa’iki aku gak iso barengi sampean, tapi insyaallah sak durunge tanggal pitu aku wes tekan kono, yo wes ati-ati neg dalan,” pesan abah. Kemudian saya pun berpamitan dengan mencium tangan Abah dan Ibu Nyai sembari berkata,” assalamu’alaikum.”
Mungkin cukup sampai disini curhat atas apa yang saya alami sendiri, bukan orang lain atau sekedar cerita fiktif. Itulah sebab dari beberapa hal yang membuat saya tidak beraktifitas di blog ini selama beberapa bulan, semoga dari tilisan saya ini dapat diambil hikmah dan ada pelajaran yang bermanfaat di dalamnya, sekian dari saya mungkin ada salah-salah tulis dan sebagainya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, ‘ihdinash shiratal mustaqim.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh