Rabu, 29 Juni 2011

Qana'ah dan Ilmu

Assalamu'alaikum wr.wb


Penting pula untuk diketahui, bahwa sikap Qanâ`ah akan lahir bila kita membekali diri dengan ilmu. Ilmu yang manfaat adalah ilmu yang diamalkan. Ilmu dicari untuk diamalkan, sebagaimana pena yang dibeli digunakan untuk mencatat atau cangkul yang digunakan untuk menggarap sawah, seperti itulah ilmu, ia berfungsi sebagai alat untuk beramal kebajikan. Tidak perlu banyak ilmu yang terpenting bisa termafaatkan. Kata Nabi saw : “Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, Allah akan berikan ilmu yang tidak ia ketahui.”

Misal ilmu yang bermanfaat, bahwa Anda tahu keutamaan shalat berjamaah, maka setiap waktu Anda melaksanakan shalat secara berjamaah. Anda tahu dosa berbohong, maka jangan sampai Anda berbohong. Indikasi ketidakmanfaatan ilmu adalah bahwa tindak-tanduk Anda bertentangan dan berlawanan dengan ilmu yang Anda pelajari. Anda tahu bahwa berbohong adalah dosa, tapi lisan Anda “basah” dengan dusta dan kebohongan.

Ilmu tidak sama dengan harta. Allah memberi kita ilmu guna dikerjakan, diajarkan, di situlah Allah akan memberi bonus. Namun berbeda halnya dengan harta. Anda punya uang lima ribu lalu anda sedekahkan dua ribu sisanya tiga ribu. Ilmu semakin bertambah jika disedekahkan sedang harta justru menyusut jika diinfakkan.

Seorang Alim yang tidak mengamalkan ilmunya justru menjadi perusak bak pengembala kambing ditugaskan untuk menjaga domba piaraan agar tidak tersesat atau terjatuh ke jurang. Tentunya beda dengan pengembala yang jahat, ia justru menjadi sumber kecelakaan bagi domba-domba itu sendiri seperti ilustrasi kata bijak

وَرَاعِي الشَّاةِ يَحْميِ الذِّئْبَ عَنْهَا ، فَكَيْفَ إِذاَ الرُّعاَةُ لَهَا ذِئاَبُ



“Seorang penggembala kambing (bertugas) menjaga kambing dari sergapan serigala namun bagaimana halnya bila ternyata pengembala itu sendiri adalah serigala? .”

Ulama yang hidup di masyarakat, tugasnya melindungi masyarakat dari kemunkaran dan kerusakan akhlaq. Ironisnya, tidak sedikit di antara para ulama yang akhlaqnya seperti Yahudi dan Nashrani. Dengan kata lain, mereka bercirikhaskan

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ



“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (Al Baqarah [02]:44)

Ayat di atas menceritakan sikap orang-orang Yahudi dan ternyata banyak dari kalangan orang-orang berilmu yang bersikap demikian pula. Akibat dari sikapnya itu, kaum Yahudi dan kaum Nashrani bertengger dalam kehinaan dan keburukan. Sebab mereka mengingkari kebenaran setelah mereka mengetahui. Kebenaran yang diperoleh bukan diamalkan malah diingkari. Jadilah mereka kaum yang hina.



الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri dan sesungguhnya sebagaian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (Qs. Al Baqarah [02]: 146)

Sekian atas teks dari saya, semoga membawa manfaat bagi anda dan utamanya bagi saya, mohon maaf apa bila ada kesalahan. Ihdinas shiratal mustaqim


Wassalamu'alaikum wr.wb

Jumat, 10 Juni 2011

Manusia Yang Pertama Kali Diadili Pada Hari Qiyamat

Dari Abu Hurairah ra., diceritakan : Orang-orang berkelompok-kelompok dari Abu Hurairah, Natil penduduk Syam berkata padanya : "Wahai Tuan, ceritakanlah kepadaku sebuah hadits yang engkau dengar dari Rasulullah saw. !". Ia berkata : "Ya, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Sesungguhnya orang yang paling pertama diadili pada hari qiyamat adalah seseorang yang mati syahid, ia didatangkan dan ditanyakan ni'mat­-ni'matnya, lalu ia mengakuinya. Dia berfirman : "Apakah yang kamu amalkan di dunia ? ". Ia menjawab : "Saya berperang sampai mati syahid". Dia berfirman : "Kamu berdusta, tetapi kamu berperang agar dikatakan sebagai pemberani dan itu telah dikatakan". Kemudian ia diperintahkan, lalu wajahnya ditarik sehingga ia dilemparkan kedalam neraka. Seorang yang memperlajari Ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Qur'an di­datangkan. Nikmat-nikmatnya, ditanyakan dan ia mengakuinya. Dia berfirman : "Apakah yang kamu kerjakan di dunia ?". Ia menjawab : "Saya mempelajari Ilmu, mengajarkannya, dan saya membaca Qur'an karena-Mu". Dia berfirman : "Kamu berdusta, karena kamu mempelajari Ilmu agar dikatakan pandai dan kamu membaca Al Qur'an agar dikatakan sebagai qari', dan itu semua telah diucapkan". Kemudian diperintahkan, lalu wajahnya ditarik sampai dicampakkan kedalam neraka. Dan seorang yang diberi kelapangan oleh Allah dan diberi berbagai macam seluruh harta didatangkan dan ditanyakan ni'mat-ni'matnya lalu ia mengakuinya. Dia berfirman : "Apakah yang kamu kerjakan di dunia ?". Ia menjawab : "Saya tidak meninggalkan jalan yang mana engkau senang untuk di infakkannya (harta) melainkan saya menginfakkannya karena-Mu". Dia berfirman : "Kamu berdusta, tetapi kamu kerjakan agar dikatakan sebagai dermawan, dan itu telah dikatakan". Ia diperintahkan, lalu ditarik wajahnya kemudian dilemparkan kedalam neraka". (
SukaTidak Suka · · Bagikan · Hapus


*
Suka item ini
Muthia Dewie, Lutfi Noer, Ely Sofa Soepardjo dan 3 lainnya menyukai ini.
*
o
Iffa Fatma ILliyya ya ya. . . . jdi inget dulu pas dterangin guruku ttng hadits ni, aaaaaaaaaaaaaa
#waktu berlalu begitu cepat#


o
Iim Arrosyid ‎^_^
31 menit yang lalu · SukaTidak Suka

o
Iim Arrosyid syukron jempol manisnya smg menambah erat persaudaraan ya ikhwani..............^_^

Senin, 06 Juni 2011

LIMA BELAS BUKTI KEIMANAN

Assalamu'alaikum wr.wb


Al-Hakim meriwayatkan Alqamah bin Haris r.a berkata, aku datang kepada Rasulullah s.a.w dengan tujuh orang dari kaumku. Kemudian setelah kami beri salam dan beliau tertarik sehingga beliau bertanya, "Siapakah kamu ini ?"
Jawab kami, "Kami adalah orang beriman." Kemudian baginda bertanya, "Setiap perkataan ada buktinya, apakah bukti keimanan kamu ?" Jawab kami, "Buktinya ada lima belas perkara. Lima perkara yang engkau perintahkan kepada kami, lima perkara yang diperintahkan oleh utusanmu kepada kami dan lima perkara yang kami terbiasakan sejak zaman jahiliyyah ?"

Tanya Nabi s.a.w, "Apakah lima perkara yang aku perintahkan kepada kamu itu ?"
Jawab mereka, "Kamu telah perintahkan kami untuk beriman kepada Allah, percaya kepada Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, percaya kepada takdir Allah yang baik mahupun yang buruk."
Selanjutnya tanya Nabi s.a.w, "Apakah lima perkara yang diperintahkan oleh para utusanku itu ?"
Jawab mereka, "Kami diperintahkan oleh para utusanmu untuk bersaksi bahawa tidak ada Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan Allah, hendaknya kami mendirikan solat wajib, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menunaikan zakat dan berhaji bila mampu."

Tanya Nabi s.a.w selanjutnya, "Apakah lima perkara yang kamu masih terbiasakan sejak zaman jahiliyyah ?" Jawab mereka, "Bersyukur di waktu senang, bersabar di waktu kesusahan, berani di waktu perang, redha pada waktu kena ujian dan tidak merasa gembira dengan sesuatu musibah yang menimpa pada musuh." Mendengar ucapan mereka yang amat menarik ini, maka Nabi s.a.w berkata, "Sungguh kamu ini termasuk di dalam kaum yang amat pandai sekali dalam agama mahupun dalam tatacara berbicara, hampir sahaja kamu ini serupa dengan para Nabi dengan segala macam yang kamu katakan tadi."

Kemudian Nabi s.a.w selanjutnya, "Mahukah kamu aku tunjukkan kepada lima perkara amalan yang akan menyempurnakan dari yang kamu punyai ? Janganlah kamu mengumpulkan sesuatu yang tidak akan kamu makan. Janganlah kamu mendirikan rumah yang tidak akan kamu tempati, janganlah kamu berlomba-lomba dalam sesuatu yang bakal kamu tinggalkan,, berusahalah untuk mencari bekal ke dalam akhirat."

Sekian semoga dapat membawa manfaat bagi anda, terlebih bagi saya, astaghfirullaha min qoulin bila 'amalin.


Wassalamu'alaikum wr.wb

Rabu, 13 April 2011

Ksempurnaan (kamilan) Dalam Menyusui Bagi Sang Ibu

Assalamu'alaikum wr.wb


Dalam proses tumbuh kembang sang bayi tentunya tidaklah lepas dari yang namanya ASI (air susu ibu ), yang mana asi sangat penting bagi bayi sebelum bayi tersebut dapat menerima atau mengkonsumsi makanan-makanan lain selain asi. Selain itu dipandang dari hukum islam, sang ibu dianjurkan memberikan asi kepada anaknya sampai berusia dua tahun jika menginginkan kesempurnaan dalam menyusui, bahkan tanpa diberikan apapun, asi saja sudah cukup untuk mewakili semua kebutuhan vitamin bagi bayi hingga berusia dua tahun. Dan ada juga perintah bagi kita sebagai seorang muslim dan muslimah atau yang sudah menjadi suami –istri oleh Allah Ta’ala, yang mana Allah telah berfirman dalam Al Qur anul karim :


233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Qs. Al Baqarah : 233


Nah sudah jelas bukan, bahwasanya sebagai seorang ibu yang mengnginkan kesempurnaan menyusui bayinya masanya adalah dua tahun, jangan malah dikasih susu sapi, nanti kalau niru sapi bagaimana ?, dan sebagai seorang suami atau seorang ayah, kita juga harusnya mendukung dengan itu semua.

Sekian terimakasih telah berkenan membaca taks diatas, semoga bermanfaat bagi anda terlebih lagi bagi saya, ihdinash shiratal mustaqim

Wassalamu'alaikum wr.wb


Afit Gbr Juventini, Malik Karim Deviana, Niswati Saniah Syarif dan 3 lainnya menyukai ini.


*
Dea Masyita makasih banyak ya mas udah di bantuin....
sangat bermanfaat

*
Malik Karim Deviana Bener !m,.,
ju5tru d9 dber! 5u5u 5ap! bay! akan mudah terkena penyak!t krna dlm 5u5u 5ap! tdk da anty b0dy ny 5pt a5!..,

*
Iim Arrosyid afwan ya ukhti dea

*
Iim Arrosyid syukron ya ukhti Malik, tambah lagi dech ilmunya ....^_^

Senin, 14 Maret 2011

Keutamaan Sholat Berjamaah

Keutamaan sholat yang di lakukan secara berjamaah yakni pahalanya berselisih 27 (dua puluh tuju) derajad di banding dengan sholat dengan sendirian (munfarid).


Ingat !! ada lima perkara yang akan di dapat oleh orang yang mau berjamaah :

Tidak mengalami fakir selama hidup di dunia.
Tidak akan mendapat siksa di dalam kuburnya.
Kelak fii yaumil qiyamah akan menerima buku catatan amal dari tangan kanannya.
Jua dapat melewati hsirothol mustaqim secepat kilat yangmenyambar.
Di persilahkan masuk surga tanpa di hisab dan di siksa terlebih dahulu.

Bukti Cinta kepada Nabi SAW. dan bebas dari sifat – sifat/ kelakuannya orang – munafiq, sebagaimana Sabda Nabi yang di riwayatkan Imam As Syaikhoni :

Barang siapa sholat ‘isya’ berjamaah, maka orang tersebut tercatat seperti melakukan ibadah selama 1/5 malam, sedang khushus shubuh orang tersebut tercatat seperti melakukan ibadah 1 (satu) malam penuh jika tidak ketinggalan takbirotul ihromnya ( Takbirotul Ulaa) imam.

Di ampuni dosanya ketika ia membaca Amiin bersamaan dengan aminnya Malaikat.
Caranya yaitu :

Nabi SAW. Bersabda “ketika imam membaca amin maka membaca aminlan kalian semua, karena sesungguhnya barang siapa bacaan aminya bersamaan dengan aminnya Malaikat Maka akan di ampuni Dosanya yang telah lampau”.

Simak saja dulu ya…

Dari Ahmad Dari Abi Umamah “Sesungguhnya Alloh dan para Malaikatnya bersholawat kepada Orang yang berjamaah pada Shof Awwal (ngarep dewe Cah…). Maka, luruskanlah barisan kalian dan luruskan antara Bahu kalian (maqsude Punda_e Kanggo mancer/ ngeker barisane gitu…), dan berlemah lembutlah kalian terhadap tangan – tangannya Saudara – saudara kalian (Seng di du/templekne dudu sikute rek ! loro anggite, tapi punda_e… begonon), dan isilah selah – selah (Barisan seng renggang). Karena sesungguhnya Syaithon itu Masuk (Nylempet/ njubel) di antara barisan kalian semua sebagaimana Anak kambing (CempE).

“Luruskanlah (Barisan kalian), maka Hati kalian semua akan lurus (di jalan tang benar), dan saling bersentuhanlah kalian semua akan di kasihi (oleh Alloh dengan Rohmatnya)”.

Rosululloh bersabda : “Manusia yang paling besar pahalanya dalam urusan sholat adalah yang paling jauh dan yang paling jauh lagi berjalannya, adapun orang yang menanti – nanti sholat sehingga ia menyolatinya bersama Imam iitu lebih besar pahalanya di banding orang yang sholat kemudian tidur”.

“Ketika kalian berdua telah melaksanakan Sholat di kendaraan kalian berdua (ada yang mengatakan di rumahkalian), kemudian kalian datang sedang di Masjid masih ada jamaah (yang melaksakan Sholat Fardlu), maka turut Sholatlah kalian berdua bersama mereka (yaitu Sholat yang baru di laksanakan tadi), Maka sesungguhnya Sholat kalian tadi (yang pertama) menjadi sunah untuk kalian”.

Nabi SAW. Bersabda :”Barang siapa bisa selalu berjamaah selama 40 hari maka Alloh akan menulis baginya terbebas dari neraka dan dari shifat Nifaq”.“Sholat yang paling terjaga syaithon dari padanya adalah Shof/ barisan yang paling pertama”.

Bakal di siksa oleh alloh dengan 12 (dua belas) mushibah siapa saja yang menganggap ringan / ngentengne sholat berjamaah (dapat melakukan sholat berjamaah tetapi malas melakukannya). Al – hadits, Kifayattu Atqiya’ hal. 45.Yang 3 (tiga) semasa hidup di dunia :

Rizqinya tidak berkah.
Tidak memiki cahaya sebagaimana orang sholeh memilikinya.
Tidak di sukai oleh hatinya orang – orang mu’min.

3 (tiga) mushibah lagi ketika syakarotul maut :

Bakal merasakan haus yang teramat sangat ketika rohnya akan keluar, sehingga walaupun menghabiskan air sungai, tiadalah hilang rasa dahaga (haus) tersebut,… wih……., tapi ma’lum aja_lah… namanya aja siksaan.

Sulit keluar rohnya.
Di khawatirkan terpeleset imannya, na’udzubillahi tsumma na’udzubillahi min dzaalik.

3 (tiga) mushibah selanjutnya di timpakan ketika ia berada dalam kuburnya :

Di persulit dalam menjawab pertanyaan malaikat mungkar wa nakir.
Kuburnya di jadikan gelap gulita.
Dia akan di himpit oleh liang lahatnya sediri sehingga tulang belulangnya terkumpul menjadi satu. (weh… saja_e kuburane melok nesu rek…).

Dan 3 (tiga) mushibah yang terakhir pada hari kebangkitan :

Hisapnya akan di persulit.
Bakal di murkai oleh alloh. Hayoh kono ape manggon nengdi iki terusan rek…?
Yaa… mustinya secara otomatis akan di siksa donk…… na’udzubillahi tsumma na’udzubillahi min dzaalik.

Sehingga tiada keuntungan sama sekali bagi orang yang mendengar adzan namun tidak mau sholat berjamaah. (durrotun naasihin hal. 137, istiqomah ky. Hasan abdillah hal. 68-69).




Chie-chie Fa'ah menyukai ini.

o
Risma Fitriani Wleh akh'e yech pegEl cmpex moc0ne maz.

o
Abdul Kader Memang menciptakan kebersamaan itu indah....

o
Najiv Alaska Berfirman Allah Ta’ala :
Sesungguhnya sholat itu bagi orang-orang mu’min adalah suatu kewajiban yang ditentukan waktu-waktunya
(An Nisa : 103)

o
Iim Arrosyid Alhamdulillah tambah lagi ilmunya, syukron ya akhi Najiv

Minggu, 06 Februari 2011

Salam Rindu Bagi-Mu Ya Nabi

Berakarkan Tauhid... Berdiri teguh dibatang Iman...

Berdahankan Yaqin... Berdurikan Taqwa...

Berdaunkan Ihsan... Berkelopak dengan seindah Akhlaq...

Selembut warna Kejujuran.... Sesegar Kebijaksanaan....

Semerbak wangian Kasih Sayang... Sekuntum senyuman Keikhlasan...



Siapa sahja yang memandang wajahmu bisa jadi tenang dan bertambah Iman...

Mendengar namamu bergetar hati yang sedang dalam kerinduan...

Ingin kami memujimu walaupun tidak sebanding Pujian Tuhan...

Sungguh Engkaulah Makhluk sebaik-baik Ciptaan...



Bagaimana hati ini tidak rindu?

Bagaimana hati ini tidak bergetar tika namamu disebut-sebut?

Bagaimana kami tidak mendambakan sebuah pertemuan?

Sungguh kerna Kemuliaanmu ﷺ, kami turut Dimuliakan...



Engkaulah yang kami rindukan dan ingin segera dipertemukan...

Engkaulah Penghulu kami, Imam kami, Idola kami sepanjang masa dan zaman....

Semoga Engkau sudi memandang kami dengan Pandangan Cinta serta Kerinduan...



Pandanglah kami wahai yang menyayangi kami...

Kamilah Ummatmu yang Engkau Sebutkan, yang senantiasa dalam ingatan...

Kamilah jua yang mengharapkan Syafa`atmu serta kedekatan...





Ya RasuluLlah...

Hanya ALLAH sahja yang Berhak dan Maha Mampu

untuk membalas segala jasamu serta pengorbanan...

Juga diatas cercaan, kepedihan, kesakitan yang tidak bisa kami bayangkan...

Segalanya Engkau hadapi dengan kesabaran, untuk Ummatmu yang Engkau sayang...





Ya HabibALLAH...

Tanpamu, kami tidak akan mengenali siapa diri kami dan siapa Tuhan...

Semoga ALLAH ar-Rahman, Memilihmu dan Menempatkanmu

Di Maqam yang Tertinggi lagi Terpuji,

Sebagaimana yang telah DIA Janjikan...

Sebagaimana yang Engkau Idam-idamkan...

Amiin Bi Rahmatika Ya Arhamar-Rahimiin...

Ya Arhamar-Rahimiin...

Ya Arhamar-Rahimiin...



~ Dari tarikan nafas hamba yang kerdil Disisi Sang Pemilik, ♥



Wahai ALLAH, wahai Tuhan kami, Kurniakanlah kepada kami keinginan sungguh-sungguh

untuk mengikuti jejak langkah Junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ awalnya,

akhirnya, lahirnya, batinnya, perkataannya, perbuatannya, ibadatnya dan amal baktinya.

Amiin Ya ALLAH, Ya Rabb, Ya Rahman, Ya Rahim, ya Qarib, ya Mujib, Ya Hayyu, Ya Qayyum,

Ya Dzal Jalali wal Ikram wa bi jaahi Sayyidina Muhammadinil Habibil Mahbub ﷺ... ♥

Kamis, 03 Februari 2011

Lukisan Cinta, Berbingkai Kerinduan Kepada-Mu

oleh Najiv Alaska pada 03 Februari 2011


بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده





اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد الرؤوف الرحيم

ذي الخلق العظيم وعلى آله وأصحابه وأزواجه

في كل لحظة عدد كل حادث وقديم
- Selawat ar-Ra`uf ar-Rahim



اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك

وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت

أعوذ بك من شر ما صنعت

أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي

فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته



Salam Sejahtera bagimu wahai Nabi yang paling Mulia...

Salam Sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang Bertaqwa...

Salam Sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang Sufi...

Salam Sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang Suci...



Salam Sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai Kekasihku...

Salam Sejahtera bagimu wahai Thaaha wahai Pelipur hatiku...

Salam Sejahtera bagimu wahai Keharumanku dan Pewangi hatiku...

Salam Sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai Muhammad...



Salam Sejahtera bagimu wahai yang Menghindarkan bencana-bencana...

Salam Sejahtera bagimu wahai Nabi yang memiliki Kharisma dan wajah yang indah...

Salam Sejahtera bagimu wahai Bulan Purnama yang terang benderang...

Salam Sejahtera bagimu wahai Cahaya yang menerangi kegelapan...



Salam Sejahtera bagimu wahai Nabi yang paling Mulia...

Salam Sejahtera atas Pemimpin yang terkemuka...

Salam Sejahtera atas Pemberi khabar gembira dan keselamatan...

Salam Sejahtera atas Pemberi Syafa`at pada hari Kiamat...

^ Qasidah Assalamu`alaika