Kamis, 27 Mei 2010
Syukur Nikmat Akan Islam
Assalamu'alaikum wr.wb
Bersyukurlah kita hanya kepada Allah SWT yang masih memberikan kita kesempatan dan kekuatan saat ini, ketika kita berkumpul bercengkerama dengan orang yang kita sayangi, dan mereka merekapun menyayangi kita.
Dan bersyukurlah kepada Allah SWT yang memposisikan kita menjadi ummat Islam, dan kita akan dimulyakan Allah dengan islam, tetaplah berpendirian teguh sampai akhir khayat kita dan jangan pernah berubah dari keyakinan kita terhadap Islam.
Dalam Al Qur an-Nya, Allah SWT bersabda :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
Ali ‘Imran -102
Wassalamu'alaikum wr.wb
Yanti Eye, AZmy MuaCh, dan Ane Ahmad Mulyadi menyukai ini.
Iim Arrosyid
syukron, jempol manis menambah erat persaudaraan
Ane Ahmad Mulyadi
Mksh tagnx sobb......n msh tambahan ilmunx.....sallam.....
Iim Arrosyid
afwan ya akhi........
Selasa, 09 Februari 2010
Berperang di Bulan Haram
٢١٧. يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَـئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
217. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah . Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
Jadi marilah kita mempererat tali silaturrahim antar ummat islam, entah itu islam apa yang penting sama - sama islam agar islam tetap jaya, karena seperti apa yang telah di sabdakan oleh Allah SWT, bahwasanya mereka (orang-orang kafir)tidak akn ada henti-hentinya mencari jalan untuk menjadikan kita ummat muslim menjadi kafir karena itulah semboyan mereka sejak jaman jahiliyah(jamn Nabi Muhammad SAW). Cukup sekian dari saya semoga dapat bermanfaat fiddini waddunya wal Akhiroh. Aamiin yarobbal 'Alamin
Wassalamu'alaikum wr.wb
Rabu, 06 Januari 2010
Manusia hanya makhluk yang hina
كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى
أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى
إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
karena dia melihat dirinya serba cukup.
Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).Qs. Al-Alaq ayat 6-8
Dari ayat diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa sanya, kita sebagai manusia agar tigak berbuat sombong di atas muka bumi ini, kerena hanya kepada Allahlah semua manusia akan kembakli, dan mempertanggung jawabkan atas apa yang telah dilakukan semasa hidup di dunia yang fana ini
Oleh sebab itu hendaklah kita selalu berbuat baik kepada sesama dan senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, dan tidak berbuat dholim baik kepada sesama maupun diri sendiri. Kiranya cukup sekian dari saya, mohon maaf apabila ada yang salah dari saya, karena hanya Allahlah yang maha sempurna. Ihdinasshiratal mustaqim
Wassalamu'alaikum wr.wb
Minggu, 06 Desember 2009
" Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa)di bumi ini melainkan semuanya dijamin Allah rizkinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis)dalam kitab yang nyata(Lauh Mahfudz)" 11.HUD-ayat 6
Dari ayat tersebut diatas dapat kita gunakan sebagai patokan, hendaknya manusia tak perlu takut kelaparan selagi mau berusaha(bekerja)insyaAllah tidak akan sampai demikian, karena Allah telah menjamin akan hal tersebut, dan Allah adalah dzat yang tidak pernah ingkar janji
Dan begitu pula seorang guru/ustadz yang ikhlas tentunya tidak akan memikirkan berapa dan apa yang diterimanya karena apa yang dikerjakan olehnya, dan tenyunya harus dilandasi niat lillahi Ta'ala(hanya karena mencari ridlo Allah semata)
Kiranya cukup sampai sekian mohon maaf atas segala kekhilafan, semoga bermanfaat bagi anda dan saya Aamin. Ihdinasshiratal mustaqim
Wassalamu'alaikum wr.wb
Rabu, 28 Oktober 2009
Rasa Malu Yang Di Kesampingkan
Kemaksiatan seringkali didasari oleh hilangnya rasa malu. Pergaulan bebas para muda-mudi, miras, ghibah, berbohong dan masih banyak lagi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi tak lain kerena tidak adanya lagi yang namanya rasa malu.
Maka tidak mengherankan lagi jika Rasulullah jauh-jauh hari telah mensinyalir bahwasanya orang yang tidak lagi memiliki rasa malu akan melakukan perbuatan yang menurut kehendak nafsunya.
Dari Abi Mas’ud, dia berkata,” Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya diantara ucapan kenabian pertama (Adam) yang didapat oleh manusia adalah,”jika engkau tidak merasa malu maka perbuatlah apa yang engkau inginkan.”(Riwayat Al Bukhari )
Dalam menafsiri makna hadist mulia ini, terdapat dua pendapat; Pertama, kalimat tersebuttidak mengandung pengertian boleh berbuat sesuka hati, namun bermakna celaan dan larangan. Dalam mengimplementasikan pengertian diatas, terdapat dua cara :
Cara pertama: perintah tersebut bermakna ultimatum dan ancaman keras. Jadi maksudnya jika engkau tidak memiliki rasa malu maka lakukanlah apa yang engkau inginkan sebab sesungguhnya Allah SWT akan mengganjar perbuatanmu tersebut, seperti dalam firman Allah SWT,” Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Fushilat : 40) اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dan seperti makna hadist yang hanya ditautsiq (didukung kekualitasan sanad dan matannya)oleh ibnuHibban: “ Barang siapa yang menjual khamer (arak) maka hendaklah dia memotong-motong babi(baik untuk dijual atau untuk dimakan).” Maksudnya : barang siapa menjual khamer(arak)/ menghalalkan penjualannya maka hendaklah terlebih dahulu enghalalkan penjualan babi sebab kedua-duanya sama-sama diharamkan. Jadi disini ada perintah namun pengertiannya adalah larangan. Dan banyak lagi contoh yang lain.
Cara kedua: perintah tersebut bermakna pemberitaan. Maksudnya barangsiapa yang tidak memiliki rasa malu, dia akan melakuka apa saja yang diingini. Orang yang tidak memiliki sifat ini, maka dia akan tenggelam ke dalam setiap perbuatan keji dan munkar dan orang yang seperti ini hanya bisa tercegah bila dia memiliki rasa malu. Hal ini senada dengan sabda Nabi SAW,” Barang siapa yang berdusta kepadaku maka hendaklah dia menyediakan tempat duduknya di neraka.” Lafadz hadist ini berupa amr (perintah) namun maknanya adalah pemberitaan yakni bahwa orang yang berdusta terhadap beliau maka dia sudah menyediakan tempat duduknya di neraka.
Semoga kita dapat melaksanakan perintah tersebut, sekian semoga bermanfaat bagi kita semua Aamin. Akhirul qouli ihdinasshiratal mustaqim
Wassalamu'alaikum wr.wb
Selasa, 27 Oktober 2009
Sunnah Nabi
Assalamu’alaikum wr.wb
UCAPKAN YANG BAIK SAJA !
Manusia sebagaimana fithrahnya, tak dapat lepas dari ketergantungan terhadap orang lain. Seberapa kecil pun, ia selalu berinterkasi denagn saudaranya. Baik hanya sekedar bertatap muka maupun menjalani aktifitas lain. Bagi seorang muslim, mu’amalah model seperti ini akan lebih bernilai dan mendatangkan pahala yang berlimpah jika dalam menjalaninya dilandaskan pada sunnah Nabi, berikut sunnah-sunnah yang dapat diucapkan seorang muslim ketika bertatap muka dengan saudaranya;
1. Mengucapkan salam. Rasulullah SAW pernah ditanya,” Bagaimana Islam yang paling baik?” Beliau menandaskan,” Memberi makan, berucap salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal.”(Riwayat Al Bukhari dan Muslim).
2. Berjabat tangan.. Rasulullah SAW menyatakan,” Tidaklah dua orang muslim yang berjumpa dan saling berjabat tangan, melainkan Allah mengampuni dosa-dosa mereka berdua sebelum mereka berpisah.” (Riwayat Abu Daud At Tirmidzi). Imam An Nawawi berkomentar,” Ketahuilah bahwa berjabat tangan itu disunnahkan pada setiap kali perjumpaan.” Namun yang patut dicatat adalah tidak boleh seorang pria berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram, karena menyalahi larangan Nabi SAW.
3. Mengucapkan kata yang baik-baik. Allah SWT berfirman,
Rasulullah SAW juga menyatakan,”Kalimat yang baik merupakan bentuk sodaqah.”(Riwayat Al Bukhari dan Muslim)
Dan ucapan baik diantaranya mencakup dzikir, do’a, salam dan pujian yang benar. Bisa juga berbentuk adab (tata krama) dan perbuatan yang benar.
Ucapan yang baik merupakan suatu indikasi adanya nur (cahaya), hidayah, dan petunjuk yang tertanam dalam hati seorang mukmin. Yang hanya bila dikehendaki oleh Allah kita mendapatkan hal tersebut diatas.
Apakah kita pernah terpikirkan bahwa ucapan baik dapat menentramkan bagi pendengarnya? Pernahkah kita berpikir untuk memakmurkan hidup kita dengan ucapan yang baik dari semenjak fajar menyingsing hingga kembalinya matahari keperaduan? Pernahkah kita berpikir untuk selalu berucap baik kepada orang tua, saudara, teman sebaya maupun saudara kita seislam secara umum? Pernahkah kita berpikir dengan berkata baik kita dengan mudah mendapatkan perhatian dari kawan maupun lawan?
Sekian dari saya semoga bermanfaat bagi anda khususnya kepada saya, dan semoga Allah senantiasa memberi hidayahnya kepada kita aamin. Dan mohon maaf apabila ada salah ketik dan lain sebagainya. Ihdinasshiratal mustaqim
Assalamu’alaikum wr.wb
Rabu, 23 September 2009
dakwah PERDAGANGAN YANG KEKAL DAN PASTI UNTUNG
MEMBACA AL QUR AN
Qs. Fatir : 29-30
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam- diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi
Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri
* Maka ketika ada rumah yang dibuat/ dipergunakan untuk membaca AQl Qur an akan diberikan kejembaran oleh Allah isi (penghuni) rumah tersebut. Dan ketika kita sangat sibuk dan tidak sempat membaca Al Qur an, tidak apa-apa paling tidak kita dapat mengusahakan setiap hari memegang Al Qur an, yang mana tangan yang kita pergunakan untuk memegang Al Qur an InsyaAllah dapat terjaga dari hal-hal yang yang dilarang oleh Allah, dengan melihat akan menjaga mata kita dari kemaksiatan oleh mata, dan dengan membacanya kita akan terhindar dari perbuatan menghasut, menggunjing, dan lain sebagainya
* Yang kedua Allah akan melimpah ruahkan kebahagiaan di dalam keluarga yang ada di dalam rumah tersebut
* Yang ketiganya: Para Malaikat datang dengan berbondong-bondong kerumah tersebut
* Yang keempat: Kejelekan akan dihindarkan dari rumah yang kita tempati
Dengan demikian marilah kita perbanyak membaca Al Qur an dalam rumah kita, semoga apa yang telah saya tuliskan diatas dapat terwujud dan agar memperoleh ridlo dari Allah SWT.
Sekian dari saya semoga dapat bermanfaat kepada saya dan kepada anda Aamiin.
Wassalamu 'alaikum wr.wb
