Rabu, 12 Desember 2012

Wali Bersenandung


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَبَعْدُ
Wali Bersenandung
Eei ... dayohe téko
Eei ... bébérno kloso
Eei ... klosone bédah
Eei ... témbélo jadah
Eei ... jadahe mambu
Eei ... paka’no asu
Eei ... asune mati
Eei ... gua’en kali

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
                Alhamdulillah bisa update lagi, mau beli modem belum jadi, data untuk unggah artikel baru di computer semua, eh komputernya rusak, jadi agak lama juga tidak bisa mengunggah artikel yang baru, tapi berangkat ke warnet ngetik juga sekalian langsung di unggah…^_^
Langsung saja ya ikhwani tembang diatas bukan sembarang tembang, karena pengarangnya adalah seorang waliyullah, tembang diatas sangat berisi dan berbobot pengertiannya untuk dapat diamalkan dalam kehidupan seorang muslim. Mari kita ungkap dan coba kita resapi akan makna yang terkandung dalam tembang jawa diatas.
*dayohe téko
 Arti dalam Bahasa indonesianya dayoh (tamu), sedangkan téko (datang), yang berarti dayohe téko (tamunya datang), namun yang dimaksud bukanklah tamu-tamu pada umumnya yang datang di rumah kita, akan tetapi yang dimaksud adalah datangnya bulan suci Ramadlan nan mulia dan paling utama-utamanya bulan dari dua belas bulan yang telah diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
* bébérno kloso
Bébérno (beberkanlah), kloso (tikar), yang berartikan menyiapkan dan memberi sambutan kepada tamu kita dengan “membeber” membuka sepenuhnya, dan “tikar” yang bermaknakan kerendahan. Jadi agar supaya kita menyiapkan dan menyambut bulan suci Ramadlan penuh suka cita dengan penuh kesiapan yang dimulai dari Rojab, Sya’ban hingga datangnya tamu kita yakni bulan nan penuh rohmah, maghfiroh, dan dijanjikannya terbebasnya kita dari api neraka. Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:
Man fariha fi dukhuli ramadlan faharromallahu jasadahu ‘alan niiroon.
“Barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadlan, maka Allah mengharamkan jasad seseorang tersebut atas api neraka.”


*klosone bédah
klosone bédah (tikarnya jebol), yang berartikan adanya kekurang sempurnaan pada diri kita, yang mengakibatkan kurang sempurnanya kita dalam melakukan amal kebaikan yang diridloi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
* témbélo jadah
                Makanan sejenis ketan terdapat di Jawa Timur ada kalanya ketan yang digoreng (jadah), dan pengarang mengambil dari Bahasa Arab “jaddun” yang artinya bersunggguh-sungguh. Yang berartikan kita agar bersungguh-sungguh dalam beribadah dan beramal sholih.
* jadahe mambu
                Ternyata jadahnya “mambu” (busuk), karena jadah tersebut basi ya dibuang saja, atau diberikan kepada binatang saja, seperti nasi yang sudah tidak layak makan biasanya kita memberikannya kepada ayam, itik, atau bebeklah biasanya kalau di desa-desa.
* paka’no asu
                paka’no untuk diberikan makan, asu (anjing), dengan perumpamaannya adalah anjing “Waliyullah” pengarang tembang ini mengingatkan kepada kita, yang mana anjing adalah hewan yang dihukumi najis oleh syara’ begitu juga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadi berikan saja kepada anjing, dengan kata lain kita tinggalkan saja amal yang tidak baik menurut syariat dan dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
* asune mati
                (anjingnya mati), maka matinya anjing atau amal yang tidak baik pada diri manusia, maka buanglah jauh-jauh, sifat anjing yang selalu rakus dan tidak pernah kenyang, tidak percaya lihat saja anjing, apa pernah dia menutup mulutnya barang dua menit saja!, pasti tidak pernah, yang ada anjing itu melet-melet/ menjulur-julurkan lidahnya.
* gua’en kali
                (buanglah ke sungai), yang mana pengertian tersebut, kali adalah sumber yang akan mengalir ke laut yang tidak pernah surut, sehingga kita seyogyanya membuang jauh-jauh kejelekan/ amal-amal yang tidak baik/ dilarang oleh syara’ dan juga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
                Dari tembang di atas dapat kita amalkan dan kita ajarkan kembali, dari satu tembang namun berisikan banyak pelajaran dan pengertian. Kiranya dapat bermanfaat bagi anda dan utamanya kepada saya pribadi, sikian dari saya kesalahan adalah semata-mata dari saya dan benar serta hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Astaghfirullah min qoulin bila ‘amalin
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Selasa, 25 September 2012

Al Firqatun Najiyyah


الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَبَعْدُ

Asslamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillah dapat menambah artikel baru lagi setelah fakum lama gara-gara error mau unggah artikel tidak bisa, namun sekarang saya bersyukur sudah dapat lagi mengunggah artikel dengan tema yang menarik, yakni tentang Firqoh(golongan) yang kian marak diperselisihkan di dunia maya dan di Facebook khususnya, banyak grup-grup yang didirikan dengan nama atau tujuan yang mengatas namakan diri Ahlus Sunnah wal Jamaah, namun kita harus teliti dan jeli dengan grup-grup tersebut. Dan anda dapat mengetahui apa sih Ahlus Sunnah wal Jamaah itu?, mari kita simak sedikit tulisan di bawah ini.

Satu-satunya golongan yang selamat dari kesesatan Al Firqatun Najiyyah. Sebetulnya dan sejatinya, kelompok ini memiliki nama-nama yang agung sehingga membedakan dengan kelompok-kelompok lain. Diantara nama-nama tersebut adalah Ath Thaaifatul Manshurah (golongan yang di tolong) dan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
            Firqoh (golongan) ini menjadi begitu istimewa karena memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan firqoh lain seperti :
'Itqum Minan Naar (selamat dari neraka)
            Firqah ini adalah kellompok yang diselamatkan dari api neraka, yang telah dikecualikan oleh Allah sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw ketika menyebutkan firqoh-firqoh yang ada pada umat beliau dengan sabdanya : "seluruhnya di neraka kecuali satu; yakni yang tidak masuk kedalam neraka"
Berpegang Teguh Dengan Sunnah
            Firqah ini berpegang teguh kepada Al Qur an dan As Sunnah dan menipak tilas jejak assabiqunal awwalun (para pendahulu yang pertama) baik yang dari qoum Muhajirin maupun Anshar, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. "Mereka itu adalah orang-orang yang berjalan di atas apa yang aku dan sahabatku lakukan hari ini". Yang mana firqah tersebut senang dan mau melaksanakan yang disunnahkan  oleh Rasulullah saw.
Bernisbat Kepada Sunnah Dengan Harapan Pertolongan Allah SWT
            Yang mana pemeluk kelompok ini adalah mereka yang mengikuti paham Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Firqah itu dapat kita bedakan dari firqah yang lain pada dua hal yang penting: yang pertama, mereka selalu berpegang teguh kepada As Sunnah sehingga mereka sering disebut juga sebagai pemeluk sunnah (Ahlus Sunnah).
            Yang membedakan dengan kelompok-kelompok lain, karena kelompok lain tersebut berpegang teguh atas pendapat-pendapat mereka, hawa nafsunya, dan perkatan atau perintah dari pimpinannya. Karena kelompok yang lain tersebut, tidak dinisbatkan kepada Sunnah. Tetapi mereka itu dinisbatkan atas bid'ah-bid'ah dan kesesatan yang ada pada firqoh itu sendiri.      
Dan yang ke dua, mereka itu Ahlul Jama'ah karena kesepakatan mereka untuk memeluk dan berpegang teguh atas Al Haq dan jauhnya mereka dari perpecahan, karena mereka menjaga keutuhan firqah dengan memupuk dan meyakinkan bahwasanya dengan As Sunnah mereka adalah firqah yang satu-satunya dijauhkan dari kesesatan. Dan mempersatukan pemeluknya dari gangguan dan iming-iming yang dapat menyesatkan dari firqah lain.

“Jika kamu menolong Allah niscaya Allah akan menolong kalian”(Muhammad: 7)
Karenanya Rasulullah saw juga bersabda yang artinya:
“Tidaklah yang menghina dan menentang mereka itu akan mampu memadharatkan (membahayakan) mereka sampai datang keputusan Allah tabaaraka wata’ala sedang mereka itu tetap dalam keadaan demikian”
Berdiri Di Atas Prinsip-Prinsip Jelas
            Ahlus Sunnah Wal Jamaah terang berjalan diatas prinsip-prinsip yang jelas dan kukuh, baik dalam beri’tiqad, amal ataupun berperilaku. Mereka berprinsip agung dari sumber yang jelas yakni pada kitabullah dan sunnatur Rasulullah, para pendahulu ummat dari kalangan sahabat, tabi’in, ulama dan salafush sholih.
Diaantaranya prinsip tersebut adalah:
Yang pertama: beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari akhir, dan taqdir yang baik maupun yang buruk (qodho’ dan qodar) 
Yang kedua: Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah, iman itu perkataan, perbuatan, dan keyakinan yang bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan. Berarti iman bukan hanya perkataan dan perbuatan kanpa keyakinan sebabyang demikian itu merupakan keimanan kaum munafiq, dan bukan pula iman itu hanya sekedar ma’rifah (pengetahuan) dan meyakini tanpa ikrar dan amal, sebab yang demikian itu merupakan keimanan orang-orang kafir yang menolak kebenaran.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan (juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam.” (Al Ankabut : 38)
Demikian halnya iman bukan hanya satu keyakinan dalam hati, perkataan, keyakinan tetapi tanpa amal perbuatan, karena yang demikian adalah keimanan golongan murjiah, sering kali Allah menyebutkan bahwa amal perbuatan termasuk iman sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala didalam kitab-Nya:  
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman[1] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[2] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.” [Al Anfaal : 2-4]

Dan yang ketiga : Ahlus Sunnah wal Jamaah tidak mengkafirkan seseorang dari kaum muslimin kecuali apabila dia melakukan perbuatan yang dapat membatalkan/ merusak keislamannya. Yang mana perbuatan dosa besar adalah semisal bagi yang meninggalkan sholat,( pelaku dosa) tersebut dihukumi fasiq bukan kafir. Lain lagi dengan yang melakukan kemusyrikan dia (pelaku dosa) yang mendapat predikat sebagai orang kafir. Madzhab Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam hal permasalahan ini, di antara tengah-tengah khawarij yang menyatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar walaupun bukan syirik adalah kafir, dan murjiah yang mengatakan bahwa si pelaku dosa besar yang sempurna imannya.
            Begitulah Ahlus Sunnah wal Jamaah selalu berada di tengah antara kelompok yang menyimpang. Tidak bersikap melebihi batas atau pun meremehkan dalam hal menjalankan syariat. Mencintai akan kebersamaan dan keselarasan dalam bermasyarakat meski dengan orang yang tidak beragama sekalipun, seperti yang telah diajarkan oleh Baginda Nabi yang mana tetap menjaga kerukunan meski dengan orang kafir sekalipun ^_^.
            Semoga dapat menjadi acuan dan menambah keyakinan bagi anda yang bermadzhab Ahlus Sunnah wal Jamaah, dan mengetahui apa Ahluss Sunnah wal Jamaah itu sendiri. Jadi jangan pernah menghina kelompok lain kalau anda memang seorang yang mengaku Ahlus Sunnah wal Jamaah, lain lagi kalau kalau mereka menghardik dan mengatakan bahwa apa yang kita lakukan itu adalah bid’ah, kita tidak boleh tinggal 
diam akan tetapi jangan sampai juga kita mempermalukan mereka...^_^

Sekian dari saya mohon maaf atas segala kekhilafan, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata, dan kesalahan serta kekurangan semata dari diri pribadi. Ihdinas shiratal mustaqim, astaghfirullaha min qoulin bila ‘amalin.


Wasslamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh


NB:
[1]. Maksudnya: orang yang sempurna imannya.

[2]. Dimaksud dengan disebut nama Allah ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakanNya.

Sabtu, 07 Juli 2012

Bahaya Narkoba


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَبَعْدُ
Assalamu’alaikum wr.wb

Sedikit Tentang Bahaya Narkoba
Perkenankanlah saya menyampaikan sedikit tentang betapa bahyanya NARKOBA/ NAPZA bagi generasi muda penerus bangsa.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba"' istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotikaa, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza"' mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tetentu. Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan ( Undang - Undang No. 22 tahun 1997).

Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir. Upaya pemberantasan narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindakan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba. Dengan memberikan pendidikan agama yang kuat maupun pendidikan umum.

Mau tahu nggak, Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia?....
Saya beri tahu yaa!!!
Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:

1. Depresan
Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
2. Halusinogen
Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
3. Stimulan
Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian.
4. Adiktif
Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).

Berbahaya sekali bukan jika sampai demikian, jadi kita musti menjaga diri dari yang mananya NARKOBA/ NAPZA, agar tidak menyesal di dunia apalagi di akhirat nantinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
" Mereka bertanya kepadamu tentang khamr (minuman keras) dan judi, katakanlah : didalam keduanya terdapat dosa yang besar dan memiliki manfaat dan dosa (yang diakibatkan) keduanya lebih besar daripada manfaatnya " [Al-Baqarah:219]

Dari ayat diatas berkaitan pula secara logika, bahwasanya Allah melarang bagi hambanya meminum atau memakan sesuatu yang haram, selain menimbulkan kerusahan bagi organ tubuh juga akan membuat orang hilang kesadaran. Untuk apa sih memakai narkoba, biar sisa jeb-ajeb-ajeb begitu?, atau dug-jedug-jedug ...jedug-jedug?. Natap sirahe (kepalanya) baarrrr/ tamat, moncrot.

Qoul Nabi
Tidak boleh membelanjakan uang yang kita miliki untuk membeli barang haram, karena harta kita akan dimintai pertanggungjawaban.

" لا تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس : عن عمره فيما أفناه و عن شبابه فيما أبلاه و ماله من أين اكتسبه و فيما أنفقه و ماذا عمل فيما علم "

" tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabbnya hingga ditanya tentang 4 perkara : 1. tentang umurnya dalam perkara apa dia habiskan 2. tentang masa mudanya dalam hal apa digunakan .3. tentang hartanya darimana dia dapati dan kemana saja dia belanjakan dan 4 tentang ilmunya apakah diamalkan " [HR. At-Tirmidzi dari 'Abdullah bin Mas'ud]

Atau biar bisa terbang melayang langsung sak nyawane pisan, astaghfirullah, na’udzu billah tsumma na’udzu billahi min dzalik. Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari hal demikian. Aamiin Ya Robbal ‘alamin.
Dan kiranya saya cukupkan sampai disini perjumpaan kita, mungkin di lain waktu dapat berjumpa lagi insya allah...., kalau tidak bisa undang saya di rumah anda saja he he he. Mohon maaf atas segala kekhilafan yang mungkin kurang berkenan di hati anda sekalian. Semoga rahmat dan pertolongan Allah selalu meliputi kita. Ihdinash shiratal mustaqim, ilalliqo’ ma’as salamah

Wassalamu’alaikum wr.wb

Minggu, 01 Juli 2012

Hukum Tato Dalam Syari'at


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَبَعْدُ

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bertato kini sedang marak dan ngetrend baik dikalangan artis maupun para penyuka seni atau yang ingin dibilang gaul, macho, keren, dan tampak lebih feminin bagi cewek katanyaaa......
Padahal dulu tato identiknya dengan preman, penjahat, dan geng besar lah, tapi kini tato menjadi salah satu produk “kecantikan” bagi para wanita yang mengikuti trend.
Sedikit Sejarah Tentang Tato

Tato berasal dari bahasa Tahiti “tatu” yang berarti tanda. Para ahli mengambil kesimpulan bahwa tato sudah ada sejak tahun 12.000 SM (Sebelum Masehi). Bangsa-bangsa peradaban kuno seperti Romawi dan Yunani telah mempergunakan tato sebagai tanda bagi suku meraka. Bangsa romawi memakai tato untuk menandai golongan budak dan para tahanan. Lain halnya dengan bangsa Yunani, mereka memakai tato sebagai tanda pengenal khusus bagi anggota mata-mata perang mereka saat itu. Suku-suku kuno lainnya pun seperti Suku Inca, Maori, Polynesians dll juga sudah memakai tato pada zamannya. Di Indonesia sendiri, diperkirakan bahwa seni tato ini berasal dari kepulauan Mentawai dan suku dayak di Kalimantan. Bahkan konon jika seseorang berhasil memenggal kepala musuhnya sampai lepas, dia berhak ditato tangannya. Jadi yang bersangkutan membunuh terlebihdahulu baru dapat hadiah tato! 

Pandangan Islam sendiri berkenaan tentang tato, dengan tendensi sesungguhnya tato adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dengan kata lain dapat juga dihukumi haram. Berikut adalah firman Allah dan sabda Rasulullah: 

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ اْلأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُوْنِ اللهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِيْنًا

“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (An-Nisa`: 119)
Dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَعَنَ اللهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Allah Subhanahu wa dan meminta ditatokan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5933 dan dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma no. 5937).

Fungsi Ayat dan Hadits

Fungsi dari ayat dan hadits di atas adalah sebagai pengingat dan dalil bagi kita ummat Islam, bahwasanya T-A-T-O merupakan hal yang dilarang oleh Allah Subhanah wa Ta’ala bukan hanya untuk perempuan saja, tetapi juga bagi laki-laki, baik yang membuat tato maupun yang ditato. Dan begitu halnya dengan menyambung rambut juga tidak diperbolehkan. Karena kedua hal di atas juga merupakan dosa besar yang apabila dilakukan/ dikerjakan.

Mungkin kiranya sekian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekhilafan. Karena kekhilafan itu adalah milik manusia dan Allah lah yang maha benar. 'ihdinash shiratal mstaqim ilalliqo' ma'as salamah.

Wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Rabu, 13 Juni 2012

Cinta Di Mata Islam & Menikah Tanpa Cinta


Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh



Cinta bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian cinta tergantung dari pelakunya. Ada bingkai yang suci nan halal dalam cinta dan ada bingkai yang kotor lagi dibenci Allah. Cinta mengandung segala makna akan kasih sayang, lambang perasaan antara dua insan, yang syarat dengan rindu, curiga dan cemburu. Akan tetapi dengan rindu yang berilmu, curiga yang beralasan, dan cemburu bukan dengan kebutaan................^_^

Yang kita ketahui saat ini tentang anak muda yang sedang jatuh cinta, cenderung sekali kepada kemaksiatan bahkan hingga sampai pada perzinaan na’udzubillahi min dzalik, semoga kita dihindarkan oleh Allah dari cinta yang menjerumuskan. Hal demikian mungkin dikarenakan kurang adanya pengetahuan yang dapat menguatkan iman dan membatasi diri agar tidak melanggar syariat meskipun saling mencintai.
Cintanya laki-laki terhadap wanita dan cinta wanita kepada laki-laki merupakan perasaan manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala dalam jiwa manusia, yakni merupakan kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan dalam pikiran serta fisiknya. Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)

Cinta Merupakan Fitrah

Cinta yang sejati bukan hanya sebuah ketertarikan secara fisik. Fisik adalah awal bagi seseorang dalam memilih untuk cintanya.Dan fitrah manusia dalam menyukai keindahan apapun itu. Akan tetapi disamping keindahan bentuk dan rupa, haruslah pula disertai keindahan dengan akhlak yang baik.
Islam adalah agama fitrah oleh karenanya islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidak pernah mengingkari tentang perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang insan. Akan tetapi islam mengajarkan ummatnya untuk dapat menjaga cinta, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang dapat mengotori sehingga melunturkan akan kesucian cinta.

Menikah Tanpa Cinta

Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi dengan cinta. Mereka yang berpendapat bahwa cinta itu akan terbentuk setelah pernikahan itu terwujud. Islam memasukkan kecantikan atau ketampanan dalam salah satu dari empat kriteria untuk memilih pendamping hidup.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang anak gadisnya tanpa persetujuan dari anak tersebut atau menghalang-halanginya untuk memilih lelaki yang disukainya seperti yang termaktub dalam Al Qur'an dan Al Hadist;
Firman Allah Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya," (QS. Al Baqarah: 232)

"Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud)
Karena yang menjalani sebuah pernikahan adalah kedua pasangan itu bukanlah wali mereka.
Selain itu seorang yang hendak menikah hendaknya melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat dalam hadist: "Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang, meskipun wanita itu tidak melihatnya" (HR. Imam Ahmad)

Memang benar dalam beberapa kasus, pasangan yang menikah tanpa didasari cinta pada awal pernikahan bisa mempertahankan pernikahannya. Tapi akankah hal tersebut selalu terjadi, bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka dalam sebuah pernikahan,dimana kedua pasangan saling membenci dan saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam islam diharapkan dapat mengayomi pasangan itu untuk menjalani kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang, saling nenutupi, dan saling melengkapi dengan ikatan dalam sebuah perjanjian suci yang diberikan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala yang berupa ijab dan qobul. Karena itulah cinta dan kasih sayang ini sudah sepantasnya mendapatkan perhatian sebelum kedua pasangan memutuskan untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang bernama pernikahan. Karena hal tersebut merupakan salah satu kunci kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika dalam mahligai rumah tangga nantinya.

Waduh kayak sudah pernah menikah saja saya jadinya, memang belum akan tetapi itu semua adalah kunci awal dalam menjalin ikatan suci dengan nama cinta, agar tidak menodai cinta yang suci dengan gaya percintaan yang dilarang oleh agama Islam. Saya mau undur diri, dan saya ucapkan permohonan maaf
sebelumnya, jikalau ada tutur kata dalam penulisan dan ketikan saya yang salah. Salah dan lupa dari hamba pribadi, benar dan baiknya adalah dari Allah subhanahu wa Ta’ala. ‘ihdinash shiratal mustaqim.


Wassalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Rabu, 06 Juni 2012

Keutamaan Dari Sujud Tilawah


Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Kali ini kita mengangkat tema tentang sujud tilawah, mungkin teman-teman sudah banyak yang sudah tahu, tapi suatu ilmu yang sudah diketahui akan tambah-dan bertambah lagi pemahamannya saat diulangi, jadi jangan pernah merasa bosan dengan yang namanya mencari ilmu atau menghadiri majlis ilmu.......^_^

Apa Keutamaan Sujud Tilawah ?

Keutamaan sujud tilawah termaktub dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda: “Jika Adam membaca ayat sajadah, maka setan menjauh seraya menangis dan berkata, “celaka aku (setan). Anak Adam diperintahkan untuk sujud, maka ia bersujud sehingga akan mendapatkan surga. Sementara aku (setan ) diperintahkan sujud akan tetapi aku menolak, maka bagiku neraka.” (Riwayat Muslim dan Ibnu Majah)

Sesuai dengan namanya, sujud ini berkaitan erat dengan tilawah (membaca) ayat-ayat Al Qur an. ” Sebuah sujud yang disyariatkan Allah swt dan Rasul-Nya sebagai bentuk ubudiyah kepada Allah dikala membaca ayat-ayat suci Al Qur an dan menyimaknya, untuk mendekatkan diri kepada-Nya, menampakkan ketundukan di hadapan keagungan-Nya dan kehinaan di hadapan-Nya.” Jelas Syaikh Shaleh al-Fauzan RA dalam al-mulakhkhash al-Fiqhi (1/180). Ayat-ayat yang dimaksud sering kali disebut ayat sajdah (sujud) dan berjumlah 14 ayat dalam Al Qur an.

Memang benar sujud tilawah hukumnya sunnah sehingga bila tidak dikerjakan tidak berdosa, tapi dengan melihat keutamaan besar yang dijanjikan dalam hadits, tentunya tidak boleh dilewatkan saja oleh setiap Muslim. Dikatakan oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullah terbagi menjadi dua. Pertama, berisi akhbaar (berita) dari Allah Ta’ala tentang sujudnya seluruh makhluq kepada-Nya baik secara umum atau khusus yang dilakukan oleh kaum Mukminin yang bersujud karena takut kepada Allah Ta’ala. Maka disunnahkan bagi pembaca atau yang menyimak untuk menyerupai mereka itu ketika membaca ayat sajdah atau menyimaknya.

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalahorang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertsabih serta memuji Rabbnya sedang merka tidakmenyombongkan diri.” (As- sajdah: 15)
Kedua, ayat-ayat yang memang berisi perintah (awaamir) untuk bersujud kepada AllahTa’ala, semisal ayat terakhir pada surat Al-‘Alaq yang pastinya ikhwani semua sudah hafal. Kalau belum hafal , dihafalin ya!. Fokus lagi ya!, perhatikan ayat berikut, “Sekali-kali jangan. Janganlah kamu patuh kepadanya dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabbmu).” (Al-‘Alaq : 19)
Saat ini ayat-ayat sajdah sudah diberi tanda pada akhir ayatnya, dengan tanda atau tulisan sajdah.

Tata Cara Pelaksanaan Sujud Tilawah
Dalam melaksanakan sujud tilawah tidak ada syarat-syarat seperti shalat pada umumnya, seperti bersuci dan menghadap kiblat, karena sujud tilawah bukan sholat. Diriwayatkan Imam Bukhari secara muallaq, bahwa Ibnu Umar melakukan sujud tilawah tanpa wudlu (tidak bersuci), namun apabila dikerjakan dengan bersuci (memiliki wudlu) dan menghadap kiblat itu akan lebih utama.

Sujud tilawah dilakukan dalam shalat fardhu maupun sunnah (menjadi imam atau ketika sholat munfarid) juga pada saat diluar shalat, ketika kamu bertadarus, membaca ayat-ayat Al Qur an diwaktu luang dan kebetulan kamu membaca ayat sajdah, maka dianjurkan melakukan sujud tilawah.

Adapun bacaan dari sujud tilawah bisa dengan membaca bacaan seperti saat sujud ketika sholat subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi, atau bacaan-bacaan lain yang juga berasal dari Nabi Muhammad saw, atau dengan bacaan-bacaan berikut:
Sajada wajhiya lilladzii kholaqahu wa showwarahu wa syaqqa sam’ahu wa bashorahu bihaulihi wa quwwatihi. Atau dengan bacaan yang berikut ini,
Allahumma ahthuth ‘annii biha wizran waktublii biha ajran waj’alhaa ‘indaka dzukhran.
Bagaimana ........ sudah paham kan......^_^

Budaya di Masyarakat
Sujud tilawah yang memiliki keutamaan sehingga tidak boleh dianggap remeh ini semestinya menjadi penggugah kita semua untuk bersemangat melaksanakan sunnah bersujud saat membaca ayat sajdah, dan sunnah-sunnah yang lain sesuai yang telah diajarkan oleh Baginda Nabi. Disayangkan kalau sampai lupa melaksanakannya, apalagi sampai-sampai tidak pernah membaca al-Qur an...... waduh nggak siip tuh, rugiiiiiii orang islam membaca kitab sucinya sendiri nunggu kalau Ramadlon. Apalagi yang tidak pernah, rugi banget tuh orang, bagaimana mau sujud tilawah, baca Qur an nunggu Ramadlan iya kalau kebagian baca atau menyimak, tadarusan saja tidak setiap hari berangkat. He he he.................payah-payah.
Dan praktek yang terjadi di masyarakat kebanyakan, saat membaca atau yang menyimak hanya membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir sebanyak tiga kali kemudian diakhiri dengan hauqolah. Mungkin di daerahmu atau kotamu juga terjadi, bisa dicoba untuk berdakwah lho untuk mengingatkan agar tidak cuma membaca seperti ini: subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallahu Allahu Akbar 3X, dan diakhiri dengan bacaan laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.
Perlu diketahui bahwasanya Allah memberi banyak jalan dan pintu kebaikan. Sehingga semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin banyak pintu kebaikan yang diketahuinya dan diamalkannya dengan ikhlas. Cukuplah kiranya saya berbagi pengetahuan dengan anda sekalian, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan dan pemahaman dari saya, karena kebenaran yang hakiki hanya milik Allah semata. Ihdinash shiratal mustaqiim, astaghfirullaha min qoulin bila ‘amalin.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh